• Twitter
  • Facebook
  • Instagram

Jumat, 23 Januari 2015

Membangun Karakter Tangguh Calon Konselor

Oleh: Muslikah*

Pembangunan karakter merupakan persoalan bangsa yang sangat mendasar, sehingga pendidikan karakter makin disadari pentingnya bagi pengembangan sumber daya manusia suatu bangsa. Mengingat proses pembangunan karakter memerlukan waktu yang panjang dan berlangsung sepanjang hayat, maka bidang pendidikan merupakan wahana yang efektif dan strategis untuk melakukan pembangunan karakter.

         Jurusan Bimbingan dan Konseling merupakan salah satu lembaga pendidikan tinggi yang mencetak calon konselor yang handal dan tangguh dalam rangka mengembangkan individu secara optimal terutama pengembangan afektif inidividu yang tercermin dalam karakter peserta didik. Oleh sebab itu, untuk bisa berkontribusi dalam membangun karakter anak bangsa, seorang konselor perlu menguasai beberapa kompetensi diantaranya kompetensi akademik dan kompetensi profesional.

            Pengembangan kompetensi tersebut tercermin melalui beberapa mata kuliah yang diajarkan kepada calon konselor. Misalnya pemahaman individu, pendidikan karakter, konseling agama, keterampilan dasar konseling dan lain-lain baik secara langsung maupun tidak langsung karakter konselor sedang dibentuk. Mendidik karakter calon konselor tidak hanya mengenalkan nilai-nilai secara kognitif, tetapi juga melalui penghayatan secara afektif dan mengamalkan nilai-nilai tersebut secara nyata. Ada olah fikir, hati, raga, batin dan budi sehingga mahasiswa akan memiliki karakter khas seorang konselor ketika mereka lulus.

Konselor adalah profesi yang sangat mulia, hal itu bisa dilihat dari kualitas pelayanan dengan niat tulus, terbuka, sukarela dan selalu menjaga kerahasiaan klien. Dengan demikian, ekspektasi kinerja konselor yang memberikan pelayanan bimbingan dan konseling selalu digerakkan oleh motif altruistik dalam arti selalu menggunakan penyikapan yang empatik, menghormati keragaman, serta mengedepankan kemaslahatan pengguna pelayanannya, dilakukan dengan selalu mencermati kemungkinan dampak jangka panjang dari tindak pelayanannya itu terhadap pengguna pelayanan, sehingga pengampu pelayanan profesional yang juga dinamakan “the reflective practitioner”.

Sebagai contoh, wujud karakter konselor terlihat ketika melayani konseli. Ada lima hal yang perlu diperhatikan ketika konselor memberikan sikap hormat dan menghargai orang lain, yaitu 1) menunjukkan gestur tubuh yang siap dan hormat, 2) memberikan senyum, 3) eyes contact, 4) jabat tangan yang hangat, dan 5) kecondongan tubuh yang relatif menunjukkan sikap menghargai orang lain.

Apabila konselor memiliki karakter kepribadian yang mantap, maka karakter tersebut akan menjadi teladan bagi siswa didik dan orang-orang di sekitarnya. Sebagaimana dalam teori sosial learning, belajar terjadi melalui observation learning dan vicarious learning. observation learning, siswa meniru perilaku gurunya dalam banyak nilai : kedisiplinan, kejujuran, komitmen, tanggungjawab, religiusitas, kerja keras dan lain-lain. Sementara  vicarious learning dengan meniru perilaku siswa lain yang memperoleh reinforcements dari konselor. Oleh sebab itu, banggalah sebagai calon konselor, karena Anda sebagai mahasiswa calon konselor yang kelak akan menanamkan kebaikan kepada orang lain.

Konselor juga bisa mengintegrasikan pendidikan karakter melalui konsep manajemen dan program yang dibuat melalui langkah-langkah:
1.      Integrasi nilai-nilai karakter dalam perencanaan program
2.      Integrasi nilai-nilai karakter dalam pengorganisasian program
3.      Integrasi nilai-nilai karakter dalam pelaksanaan program
4.      Integrasi nilai-nilai karakter dalam pengendalian/pengawasan program

Kesuksesan pendidikan karakter adalah tercermin dari watak dan kepribadian calon konselor serta kemampuan untuk membentuk karakter siswa melalui teladan yang diberikan konselor nantinya, karena sebenarnya “Konselor berkarakter tangguh adalah konselor yang mampu membimbing dirinya sendiri”.

Sebagaimana dikemukakan Thomas Lickona bahwa karakter sangat erat dengan nasib seseorang sebagai berikut :
Hati-hatilah dengan pikiran anda karena pikiran anda akan menentukan perkataan anda
Hati-hatilah dengan perkataan anda karena perkataan anda akan menentukan perbuatan anda
Hati-hatilah dengan perbuatan anda karena perbuatan anda akan menentukan karakter anda
Hati-hatilah anda dengan karakter  anda karena karakter anda akan menentukan nasib anda




*Dosen Bimbingan dan Konseling Unnes


0 komentar:

Kontak

Hubungi Kami


Alamat

Gedung PKM Lantai 1 Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Nomor

+62 856 4075 5770

Website

bk.unnes.ac.id